source; https://bit.ly/2x538V6
Aliran Murji’ah
Pengertian :
Kata Murji’ah berasal dari
kata bahasa Arab arja’a, yarji’u, yang berarti menunda atau menangguhkan. Salah
satu aliran teologi Islam yang muncul pada abad pertama Hijriyah. Pendirinya
tidak diketahui dengan pasti, tetapi Syahristani menyebutkan dalam bukunya
Al-Milal wa an-Nihal (buku tentang perbandingan agama serta sekte-sekte
keagamaan dan filsafat) bahwa orang pertama yang membawa paham Murji’ah adalah
Gailan ad-Dimasyqi.
Latar Belakang berdirinya :
Munculnya aliran ini di
latar belakangi oleh persoalan politik, yaitu persoalan khilafah
(kekhalifahan). Setelah terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, umat Islam
terpecah kedalam dua kelompok besar, yaitu kelompok Ali dan Mu’awiyah. Kelompok
Ali lalu terpecah pula kedalam dua golongan, yaitu golongan yang setia membela
Ali (disebut Syiah) dan golongan yang keluar dari barisan Ali (disebut Khawarij).
Ketika berhasil mengungguli dua kelompok lainnya, yaitu Syiah dan Khawarij,
dalam merebut kekuasaan, kelompok Mu’awiyah lalu membentuk Dinasti Umayyah.
Syi’ah dan Khawarij bersama-sama menentang kekuasaannya. Syi’ah menentang
Mu’awiyah karena menuduh Mu’awiyah merebut kekuasaan yang seharusnya milik Ali
dan keturunannya. Sementara itu Khawarij tidak mendukung Mu’awiyah karena ia
dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Dalam pertikaian antara ketiga golongan
tersebut terjadi saling mengafirkan. Di tengah-tengah suasana pertikaian ini
muncul sekelompok orang yang menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam
pertentangan politik yang terjadi. Kelompok inilah yang kemudian berkembang
menjadi golongan Murji’ah.
Pemikirannya :
Doktrin-doktrin aliran
Murji’ah bisa diketahui dari makna yang terkandung dalam “murji’ah” dan dalam
sikap netralnya. Pandangan “netral” tersebut, nampak pada penamaan aliran ini
yang berasal dari kata “arja’a”, yang berarti orang yang menangguhkan,
mengakhirkan dan memberi pengharapan. Menangguhkan berarti menunda soal siksaan
seseorang ditangan Tuhan, yakni jika Tuhan mau memaafkan, dia akan langsung
masuk surga. Jika sebaliknya, maka akan disiksa sesuai dengan dosanya.
Tokohnya :
a. Abu Hasan Ash-Shalihi
b. Yunus bin An-Namiri
c. Ubaid Al-Muktaib
d. Ghailan Ad-Dimasyq
e. Bisyar Al-Marisi
f. Muhammad bin Karram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar