source: https://bit.ly/2IHYxcT
Aliran Mu’tazilah
Pengertiannya :
Perkataan Mu’tazilah
berasal dari kata “Í’tizal” yang artinya “memisahkan diri”, pada mulanya nama
ini di berikan oleh orang dari luar mu’tazilah karena pendirinya, Washil bin
Atha’, tidak sependapat dan memisahkan diri dari gurunya, Hasan al-Bashri.
Dalam perkembangan selanjutnya, nama ini kemudian di setujui oleh pengikut
Mu’tazilah dan di gunakan sebagai nama dari bagi aliran teologi mereka.
Latar belakangnya :
Aliran Mu’tazilah lahir
kurang lebih 120 H, pada abad permulaan kedua hijrah di kota basyrah dan mampu
bertahan sampai sekarang, namun sebenarnya, aliran ini telah muncul pada
pertengahan abad pertama hijrah yakni diisitilahkan pada para sahabat yang
memisahkan diri atau besikap netral dalam peristiwa-peristiwa politik. Yakni
pada peristiwa meletusnya perang jamal dan perang siffin, yang kemudian
mendasari sejumlah sahabat yang tidak mau terlibat dalam konflik tersebut dan
memilih untuk menjauhkan diri mereka dan memilih jalan tengah.
Pemikirannya :
a.Al Tauhid (keesaan Allah)
b.Al ‘Adl (keadlilan tuhan)
c.Al Wa’d wa al wa’id (janji dan ancaman)
d.Al Manzilah bain al Manzilatain (posisi diantara posisi)
e.Amar ma’ruf nahi mungkar
Tokohnya :
a. Washil bin
Atha’
b. Abu Huzail Al
Allaf
c. Al Nazzam
d. Abu Hasyim Al Jubba’i
Tidak ada komentar:
Posting Komentar